- Diposting oleh : Lptq Sumut
- pada tanggal : Juli 09, 2026
Usai pelaksanaan MTQ ke-40 Sumatera Utara, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Sumatera Utara langsung memulai persiapan menuju MTQ Nasional XXXI di Semarang.
Peserta yang dipersiapkan merupakan mereka yang telah melewati rangkaian seleksi di daerah dan tampil pada MTQ tingkat provinsi. Dari hasil perlombaan di Astaka, LPTQ Sumut kemudian menyiapkan para peserta untuk menghadapi persaingan di tingkat nasional.
Tahapan persiapan dimulai dengan Seleksi Duta yang dilaksanakan pada 7 Juli 2026. Setelah masing-masing duta terpilih, LPTQ Sumut melanjutkan pembinaan melalui Training Center (TC) pertama yang dimulai pada 9 Juli 2026 di Medan.
Peserta dari berbagai kabupaten dan kota kembali berkumpul bersama pengurus dan pelatih LPTQ Sumut. Bagi sebagian peserta, pertemuan ini bukan hal baru karena sebelumnya sudah beberapa kali mengikuti pembinaan. Namun, kali ini suasananya berbeda. Mereka datang sebagai calon anggota Kafilah Sumatera Utara untuk MTQ Nasional XXXI.
Dalam TC pertama, pelatih kembali melihat kemampuan peserta satu per satu. Materi latihan disesuaikan dengan cabang dan golongan yang diikuti. Bacaan, hafalan, pemahaman, penafsiran, penyampaian, maupun teknik penampilan mendapat perhatian sesuai kebutuhan masing-masing peserta.
“Bacaan, hafalan, pemahaman, penafsiran, penyampaian maupun teknik penampilan mendapat perhatian sesuai kebutuhan masing-masing,” ujar Ustadz Syahban Rosa, salah seorang pelatih Training Center.
Pelatih tidak hanya menyampaikan materi baru. Bagian yang masih kurang juga dibuka kembali. Peserta tampil, kemudian mendapat catatan. Kesalahan diperbaiki dan dicoba kembali. Cara seperti ini dilakukan berulang selama proses latihan.
TC pertama juga mempertemukan peserta yang selama ini berlatih di daerah masing-masing. Mereka datang dengan pengalaman yang berbeda. Ada yang sudah pernah tampil pada MTQ Nasional, sementara bagi peserta lain, persiapan menuju Semarang menjadi pengalaman pertama berada dalam lingkungan kafilah provinsi.
“Suasana TC juga mempertemukan peserta yang selama ini berlatih di daerah masing-masing. Mereka datang dengan pengalaman yang berbeda. Ada yang sudah pernah tampil pada MTQ Nasional, sementara bagi peserta lain, persiapan menuju Semarang menjadi pengalaman pertama berada dalam lingkungan kafilah provinsi,” ujar Prof. Azhari Akmal Tarigan, pelatih cabang KTIQ.
Target Lima Besar
Di tengah proses pembinaan tersebut, LPTQ Sumut memasang target yang cukup progresif untuk penampilan di Semarang. Ketua Harian LPTQ Sumut menargetkan Kafilah Sumatera Utara dapat masuk lima besar pada MTQ Nasional XXXI.
“Target kita adalah Kafilah Sumatera Utara dapat masuk lima besar pada MTQ Nasional XXXI. Target tersebut sudah disampaikan sebelum MTQ Sumut ke-40 berlangsung,” ujarnya.
Menurutnya, target lima besar bukan perkara mudah. Peserta Sumatera Utara harus bersaing dengan kafilah dari seluruh Indonesia yang juga datang dengan persiapan masing-masing.
“Untuk mencapai posisi itu, peserta harus lebih dulu melewati persaingan dengan kafilah dari seluruh Indonesia yang juga datang dengan persiapan masing-masing,” katanya.
Karena itu, latihan dalam TC pertama diarahkan pada kesiapan peserta menghadapi perlombaan. Penguasaan materi saja dinilai belum cukup. Peserta harus mampu menampilkan kemampuan mereka dalam waktu dan situasi pertandingan yang sebenarnya.
“Peserta tidak cukup hanya menguasai materi. Mereka harus mampu menampilkan kemampuan tersebut dalam waktu dan situasi pertandingan yang sebenarnya,” tegasnya.
Dalam setiap sesi, para pelatih memberikan evaluasi terhadap penampilan peserta. Catatan tersebut kemudian menjadi bahan latihan berikutnya. Peserta mengetahui bagian yang masih lemah, sementara pelatih dapat melihat perkembangan mereka dari satu sesi ke sesi berikutnya.
Salah seorang pengurus LPTQ Sumut, Ikhwan, mengatakan TC pertama juga menjadi kesempatan bagi pengurus untuk memastikan kondisi dan perkembangan peserta yang datang dari berbagai daerah.
“Peserta berasal dari daerah yang berbeda-beda dan tidak semuanya menjalani pola latihan yang sama setelah MTQ Sumut selesai. Dengan berkumpulnya mereka dalam TC, pengurus dapat berkomunikasi langsung dengan peserta dan pelatih mengenai perkembangan masing-masing,” ujar Ikhwan.
Ia menambahkan, berkumpulnya peserta dalam satu TC membuat proses pemantauan menjadi lebih mudah, baik dari sisi perkembangan latihan maupun kondisi peserta selama menjalani pembinaan.
Meski target lima besar sudah ditetapkan, Ketua Harian LPTQ Sumut meminta peserta tetap fokus pada proses yang dijalani selama latihan.
“Target lima besar memang sudah ditetapkan. Tetapi di ruang latihan, perhatian peserta lebih banyak tertuju pada hal-hal yang ada di depan mata: materi yang harus dikuasai, kesalahan yang harus diperbaiki, dan penampilan yang harus dibuat lebih baik,” tegasnya.
Setelah TC pertama berakhir, para peserta akan kembali ke daerah masing-masing. Latihan dilanjutkan di tempat masing-masing sambil menunggu tahapan pembinaan berikutnya.
Persiapan menuju Semarang pun terus berjalan. Hasil evaluasi dari TC pertama menjadi bekal bagi peserta dan pelatih untuk melakukan perbaikan sebelum memasuki tahapan Training Center selanjutnya.


