- Diposting oleh : Lptq Sumut
- pada tanggal : Juni 24, 2026
Rabu malam, 24 Juni 2026, Astaka Dispora Sumut di Deliserdang menjadi tempat penutupan MTQ ke-40 Sumatera Utara. Sepuluh hari sebelumnya, tempat yang sama mulai dipenuhi kafilah dari kabupaten dan kota se-Sumatera Utara. Kini perlombaan telah selesai. Kota Medan keluar sebagai juara umum, disusul Langkat dan Deliserdang.
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menutup langsung kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia kembali berbicara tentang pembinaan Alquran. Bagi Bobby, MTQ tidak berhenti pada perlombaan dan penentuan juara. Peserta yang selama sepuluh hari berada dalam suasana MTQ diharapkan membawa apa yang mereka pelajari ke kehidupan sehari-hari.
Bobby kemudian membandingkan MTQ dengan Ramadan. Selama Ramadan, seseorang berlatih sebulan untuk menjalani sebelas bulan berikutnya. Menurutnya, sepuluh hari MTQ juga dapat dipandang seperti itu. Peserta belajar mengenal dan mendalami Alquran selama kegiatan berlangsung, lalu meneruskannya setelah MTQ selesai.
“Ini seperti training, seperti Ramadan. Kita dilatih selama sebulan untuk menjalani 11 bulan sisanya dengan lebih baik. Di sini kita dilatih selama 10 hari untuk lebih mengenal Alquran dan mendalaminya pada bulan-bulan berikutnya,” ujar Bobby.
Dalam penutup sambutannya, Bobby juga berharap para peserta terbaik itu dapat membawa nama Sumatera Utara lebih tinggi di tingkat nasional dan internasional. Ia mengingatkan bahwa Sumatera Utara selama ini dikenal sebagai salah satu daerah yang banyak melahirkan qari dan qariah berprestasi.
Pada malam penutupan itu, pemerintah provinsi juga memberikan hadiah tambahan berupa paket umrah kepada sepuluh peserta terbaik. Hadiah tersebut diberikan selain penghargaan yang diperoleh berdasarkan hasil perlombaan.
Hasil perlombaan kemudian menjadi dasar untuk menyiapkan peserta yang akan mewakili Sumatera Utara pada MTQ Nasional XXXI di Semarang. Mereka masih akan menjalani pembinaan dan latihan sebelum berhadapan dengan peserta dari provinsi lain.
MTQ ke-40 selesai di Astaka. Tetapi bagi peserta yang terpilih menuju Semarang, latihan masih menunggu. Begitu juga dengan pembinaan Alquran di kabupaten dan kota. Kegiatan MTQ boleh selesai, tetapi pekerjaan LPTQ untuk membina peserta dan mengembangkan syiar Alquran masih terus berjalan.
Menariknya, selama perlombaan, Dewan Hakim juga melihat perubahan pada kualitas peserta. Beberapa peserta mampu memperoleh nilai 95 ke atas. Ketua Dewan Hakim MTQ ke-40 Sumut Syaifuddin Hazmi Lubis mengatakan,
"Pada tahun-tahun sebelumnya nilai tertinggi umumnya berada di angka 94. Kali ini mencapai 95 secara rata-rata. Ini jelas di atas MTQ sebelumnya. Peserta dari sejumlah daerah yang sebelumnya belum banyak masuk dalam persaingan juga mulai menunjukkan kemampuan", ujar Ustadz Hazmi.
